Archive for gowes

Selintas Tour de Wonosari

Posted in Olah Raga, Pariwisata with tags , , , on March 26, 2012 by Slamet Sutrisno

Kali inisaya mengutip tulisan teman-teman yang saya ambil dari millist gowes

Lukman Abdurrahman

Adalah suatu rencana yang panjang sudah dari grup goweser IA (I@CC) untuk mencoba bergowes ria di luar kota Bandung, bahkan di luar Propinsi Jawa Barat. Alhamdulillah rencana tsb telah terlaksana, yakni bersepeda ria di Wonosari, Propinsi DI Yogyakarta pada tanggal 23-24 Maret 2012. 
 
Kegembiraan nampak dari para peserta sejak keberangkatan pada hari Kamis 22 Maret pukul 18.45. Betapa tidak, karena mereka pergi dengan pelepasan yang hangat dari HoIA, para senior leader IA dan rekan-rekan lainnya.  Saat pelepasan, gelak tawa canda dan do’a meluncur dari pelbagai simpatisan dan peserta sepeda ria ini.  Kata demi kata, canda demi canda, dan tawa demi tawa menghangatkan suasana ini … kehangatan menjadi-jadi saat HoIA mengeluarkan amplop angpau dari balik bajunya.  Nah … ini dia, lumayan bekal untuk di perjalanan.  Demikian pula sambil jalan menuju lift, VP ISMA tak lupa menyelipkan amplopnya lagi,  wah tambah lumayan lagi….
 
Hari pertama gowesan dimulai pukul 09.00 WIB saat sinar matahari sudah mulai menyengat.  Sebenarnya sinar ini diawali oleh hujan rintik sampai besar sejak kedatangan rombongan di Wonosari. Sambil bencanda sebagian peserta bersungut-sungut, semoga hujan terus sampai tengah hari biar punya alasan untuk sarungan sambil membayar ngantuk yang belum tuntas dibayar di bis.  Namun perasaan ini agak surut manakala tuan rumah ternyata sudah menyajikan sarapan pagi yang komplit nan lengkap, maka pukul 09.00 itulah masing-masing peserta beringsut meneruskan tugas gowesan yang mulai harus ditempuh walau panas-panas …malu (kali) sama bejibunnya makanan yang telah tersedia, soalnya kalau tak ikut bisa jadi tertuduh jadi pemakan yang masih tertinggal … 
 
Di perjalanan terbuktikan, nafas-nafas goweser mulai terengah-engah, begitu pun dengkul-dengkulnya karena harus menggowes di tengah sorotan sinar matahari panas, di jalanan yang naik turun, ada belok berbelok juga.  Perasaan memang terlihat jalanan lebih banyak naiknya dari pada datarnya apalagi turunannya walau sebelumnya sudah diyakinkan oleh tuan rumah, bahwa perjalanan itu datar adanya … wah wah wah … Saat rombongan berhenti untuk mengambil nafas, tiba-tiba seorang peserta yang di belakang datang melenggang menembus kerumunan rombongan tanpa tersengal-sengal, apalagi kelelahan, dengan lantang berseru ayo ….ternyata dia sudah naik motor. Oh, rupanya tuan rumah sudah antisipasi dengan menyiapkan pasukan penyapu ….sayangnya cuma satu motor, coba kalau banyak, semuanya ‘siapa takut’ …Di tempat tujuan, rombongan disambut sepenuh kehangatan dan keikhlasan … makanan dan minuman begitu berbagai-bagai sampai-sampai para peserta kebingunan menikmatinya.  Terima kasih, sekali lagi terima kasih yang bisa disampaikan semoga Allah Ta’aala membalas kebaikan semuanya. 
 
Pada perjalanan pulang kembali ke tempat semula, ujian perjalanan bertambah, yakni hujan turun deras.  Hebatnya … tak seorang pun dari para peserta yang mau berteduh, semuanya melanjutkan perjalanan bergowes ria menerjang hujan, mengayuhkan kaki di jalanan yang naik maupun datar dan turun.  Anehnya lagi – saat perjalanan pulang melalaui jalan yang sama – yang terlihat jalanan itu selalu banyak naiknya daripada datar apalgi turun, padahal saat pergi pun begitu.  Mestinya terjadi hal sebaliknya, saat pulang harusnya banyak turunnya , ternyata perasaanlah yang membuat jalan ini selalu naik … rupanya….
 
Esoknya adalah perjalan puncak, karena jarak tempuh lebih jauh, kondisi jalan lebih menantang dan tenaga sudah mulai banyak terkuras.  Saat pukul 03.30, para peserta sudah bangun, ternyata sarapan pun sudah tersedia sebelum shalat subuh… Duh … telatennya tuan rumah, terima kasih kami sampaikan.  Namun di luar terdengar suara hujan deras … sangat deras, wah bisa-bisa tak jadi kita ke Pantai Baron nih.  Namun saat jam menunjukkan pukul 05.45 hujan telah reda, para peserta siap-siap mau melakukan perjalanan ‘suci’.  Di luar dugaan, di garis start sudah berjaga-jaga tiga orang polisi, rupanya mereka sengaja disewa untuk mengawal rombongan menuju Pantai. 
 
Perjalanan dimulai dengan diiringi hujan rintik, makin jauh perjalanan, hujan makin besar … terus membesar … bahkan deras… oh oh oh.  Tapi sekali lagi tak satu pun peserta gowes ria ini yang menyurutkan gowesannya, mereka terus menggenjot pedal sepeda … terjangan hujan tak dihiraukan.  Kondisi jalan jauh lebih menantang daripada perajalanan kemarin, lebih banyak naiknya (seperti bisanya), ada datar dan turunan, tapi selalu perasaan berkata tanjakan lebih panjang jarak tempuhnya dari pada turunan … ah itu biasa … dasar perasaan, mungkin karena hujan juga. 
 
Selain memperoleh pengawalan Polisi selama perjalanan ke Pantai Baron, ternyata ada dua pengawal ‘swasta’ lain yang selalu menguntit rombongan. Yang satu adalah Pak Aji dengan mobil Yarisnya selalu menguntit peserta paling akhir terima kasih pak … yang kedua adalah putra Pak Edi Subiarto dengan motornya.  Soal motor ini ada satu kekagetan rombongan dibuatnya, yakni di tengah perjalanan tiba-tiba motor ini mendahului rombongan gowes ini, namun di belakangnya ada yang dibonceng… tak tanggung-tanggung yang dibonceng itu adalah orang dan sepedanya dipanggul ….Ooooh rupanya telah terjadi persoalan, hanya tak tahu persoalan itu pada sepeda atau orangnya …. yang bisa menjawab ya yang manggul sepeda itu …
 
Apa pun, alhamdulillah perjalanan ini lancar, bahkan perlu dikatakan sangat sukses.  Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu acara muhibbah gowes ini……     
 

Agus Ibrahim

welcoming mat of host, delicious foods, nice home, fun riding, beautiful scenes,  good joking…….ect…until the end….everybody happy……let’s plan another…

Edi Subiarto

Terimakasih P Tjatur & P Hary yang memberikan tambahan bekal baik materiil maupun moril. P Nuhin yg menunggui kami sampai berangkat dan P Purwoto yg memompa semangat dan rekan2 AVP serta rekan2 IA semuanya, sehingga kegiatan tour D’Wonosarinya sukses.

Kepada Mas Pardi dan kelurga besarnya, kami sangat berterimakasih yg telah menyediakan tempat penginepan sekaligus konsumsi bak air mengalir dan berlimpah. Kami juga mohon maaf apabila selama kami berada di Wonosari n Karangmojo kurang berkenan ataupun bersikap tidak menyenangkan.

Mas Adji, terimakasih, dukunganmu memberikan kesan tersendiri bagi kami shg kami bisa sampai ke Baron dengan lengkap.

Rekan2 I@cc terimakasih kekompakan dan solidaritasnya sehingga bersama, kita bisa menikmati bersepeda dengan tim yang solid. Jaga kekompakan ini untuk memacu prestasi dalam berkarya.

Hidup I@cc : Ride for Fun and Health.

Salam
ES

Supardi

Pak Edy, alhamdulillah, saya dan keluarga yang ada adalah senang senang dan senang……
 
 
Terima kasih.

Advertisements

Sepedaan, Minggu 29 Januari 2012

Posted in Uncategorized with tags , on January 29, 2012 by Slamet Sutrisno

“Minggu pagi  jam 6 kumpul pusda’i route dago -cihampelas-cipaganti, sederhana, cihampelas-finish mang oyo hehe”, begitu bunyi sms yang saya terima.

Sepedaan hari ini sebenarnya tidak direncanakan. Hanya saja Sabtu siang, saya terima undangan dari Mas Barkah untuk sepedaan hari Minggu. Sempat saya forward pada teman-teman sehobby yang nomornya tercatat, namun hanya beberapa orang yang respon. Termasuk ustadz Lukman, pak ketua sepedaan juga berhalangan, karena ada jadwal ceramah.

Jam 05.30 saya sudah siap meluncur, tapi ternyata hujan yang tertahan sejak malam, akhirnya tumpah juga dari langit. Mas Barkah di Antapani yang saya kontak bilang bahwa di bawah sudah mulai reda. Jam 05.50 ketika gerimis belum berhenti saya mulai meluncur menuju titik temu di Pusda’i.
Wah, ternyata saya datang paling awal, baru kemudian disusul Pak Imam, Pak Tri, Pak Barkah, Pak Mitra dan Pak Zul. Ternyata Pak Arif, Pak Win dan beberapa teman sudah kumpul di RRI.

Bisik-bisik dengan pak Tri, demi “cost optimization” Bubur Mang Oyo sebaiknya diganti Bubur PMI. Pak Barkah yang punya gawepun setuju.

Setelah kumpul dan nyamper pak Faisal Syam sepeda kami gowes melewati bawah jembatan layang Surapati menuju arah ITB, dan terus melewati Babakan Siliwangi belok kiri ke arah Cihampelas. Sampai disini rehat sebentar sambil menunggu temen yang masih tertinggal. Perjalanan dilanjutkan dengan melaju di turunan Cihampelas, melewati setasiun utara, melewati viaduct, belakang Balai Kota, belok kanan,  sampai di perempatan Merdeka rehat lagi untuk menunggu yang tertinggal, sebelum akhirnya menuju bubur PMI.

Kami berpisah di PMI dan berjanji untuk mengulang perjalanan dengan rute yang berbeda. Salam gowes.