Archive for November, 2012

Kawah Putih, Situ Patengan, Walini 15 Nopember 2012

Posted in Pariwisata with tags , , , , on November 17, 2012 by Slamet Sutrisno

DSC_0292Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada rencana untuk berlibur, sekalian menyemangati yang lagi menyelesaikan tugas akhir di kampus. Ternyata waktu yang dipilih bertepatan dengan milad istri tercinta dan seorang sahabat dekat.
Kawah Putih, itu memang tujuan utamanya. Enam belas tahun di Bandung belum pernah kesana. Dulu pernah ke Situ Patengan dan Walini, namun Kawah Putihnya di lewati.
Berangkat dari rumah jam 06.15, rombongan dibagi dua. Satu mobil dibawa anak laki menjemput keluarga sobat karib. Satu mobil saya kemudikan bersama keluarga. Saya dan keluarga nyamper Cici, mahasiswa yang sedang penelitian di perusahaan. Baru kemudian seluruh rombongan bertemu di depan terminal Leuwi Panjang untuk selanjutnya menuju wilayah Soreang.

Dua jam kemudian kami telah sampai di Kawah Putih.
Biaya parkir di lokasi yang terdekat dengan Kawah Putih terbilang mahal, Rp.150.000,00 per mobil. Memang sebutannya bukan retribusi parkir, tapi kontribusi pemeliharaan lingkungan hidup….pinter.

Dari pintu gerbang kawasan sampai titik parkir terdekat dengan Kawah Putih berjarak kurang lebih 5 km. Sebetulnya tanjakan tidak begitu tajam, namun mobil tidak dapat melaju dengan ringan. Mungkin karena tipisnya oksigen yang tersedia di udara. Dikiri kanan jalan jelas terlihat peringatan yang berulang ulang untuk menggunakan gigi versnelling satu.

Beberapa gambar saya tampilkan untuk mewakili keindahan kawasan Kawah Putih ini.

Puas ceprat cepret dan beberapa anggota rombongan yang mengeluh pusing, sakit kepala dan mual maka kami segera keluar dari are Kawah Putih. Memang di beberapa tempat diberi peringatan untuk tidak lebih dari 15 menit berada di sekitar kawah. Bau-bauan yang berasal dari kawah memang berpengaruh negatif bagi yang belum terbiasa.

Perjalananpun dilanjutkan menuju ke Situ Patengan.
Inilah beberapa gambar yang dapat disajikan.


Destinasi ketiga adalah kebun teh Walini. Disini tersedia beberapa wahana bermain, diantaranya kolam renang air hangat, extremme flying fox, dan All Terrain Vehicle yang dapat dinaiki berdua.
Jam sudah menunjukkan pukul 14 lewat. Perut sudah menuntut untuk diisi. Maka perjalananpun dilanjutkan kembali ke arah Bandung dengan tujuan RM Sindang Reret.
Kenyang dengan sajian yang sebenarnya tidak sesuai dengan nama besar Sindang Reret, kami meluncur ke arah kota. Namun sadar-sadar mobil makin lama makin dalam memasuki perkambungan dan kamipun berbalik arah. Namun berbalik arahpun ternyata masih keliru juga. Dari satu mobil yang penumpangnya pada bawa GPS mengatakan bahwa kami malah makin menjauhi Bandung. Maka kamipun sepakat agar yang bawa GPS jalan di depan.
Mungkin yang bawa GPS mengaktifkan mode “jalan pintas”,maka kamipun mendekati kota Bandung dengan melalui jalan off road. Salam.

Advertisements