Archive for February, 2012

SEPEDAAN MINGGU, 5 FEBRUARI 2012

Posted in Olah Raga with tags , , , on February 13, 2012 by Slamet Sutrisno

Sedianya saya, istri dan anak bungsu akan pergi ke Semarang menengok para sesepuh. Namun karena sms Mas Barkah Sabtu malam, maka Miggu pagi ini kumasukkan federal tua yang sudah menemani sepedaan lebih dari 20 tahun itu ke trooper.

Setelah kuparkir si trooper di Gedung Dana Pensiun Telkom, kukayuh sepeda dengan tergesa ke SMU-20 tempat kami berjanji untuk bertemu. Saya, Pak Barkah, pak Tri, pak Imam, Pak Edi, Pak Mitra, Pak Maman dan lainnya segera mengayuh sepeda ke arah ITB.

Setelah melalui Babakan Siliwangi, turunan Al Ma’soem, tanjakan dan sampai jembatan Cihampelas kami rehat sejenak sambil menunggu beberapa teman.  Semua sudah berkumpul, sambil minum dan berkelakar……… siuuuuttt, tiba-tiba pak Edi yang istirahat sambil duduk, tiba-tiba piknik ke dunia lain……. alias semaput bin pingsan.

Dengan sigap pak Imam yang menguasai jurus refleksikaki segera beraksi. Ibu jari kaki Pak Edi ditekan sekuat-kuatnya……… lima detik kemudian…….byaaaarrrr…. Pak Edi membuka mata.

Yang lucunya, beberapa detik kemudian, Pak Edi segera berdiri dan mengeluarkan draft kontrak yang harus segera ditandatangani Pak Imam. Habis pingsan kok masih ingat kontrak……..

Setelah semuanya oke, perjalananpun dilanjutkan  menuju bubur Mang Oyo di Sulanjana.

Pak Edi, jangan pingsan lagi ya……….. bikin yang lain kalang kabut. Oke teman-teman, saya mau segera ngebut ke Semarang, keburu siang nih………

MERINTIS KEBUN SENGON

Posted in Pertanian with tags , , , , , on February 13, 2012 by Slamet Sutrisno

Dimulai dari kegelisahan tidak pastinya karir di perusahaan yang sudah 25 tahun sebagai tempat bernaung dan menggantungkan cita-cita. Ditambah anak bungsu yang baru berusia 5 tahun, yang kedepanya sudah pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan pendidikan dan lain-lainnya.

Masa kecil yang banyak dihabiskan dikampung halaman, dilingkungan pertanian dan perkebunan, ikut menentukan arah pilihan infestasi. Tentunya disamping pertimbangan ketersediaan waktu dan tenaga. Usaha kebun sengon tidak perlu harus ditangani sendiri dan tidak perlu pengawasan terus menerus. Demikian juga keinginan untuk dapat membantu memberikan lapangan kerja pada keluarga dekat dan orang-orang yang telah dikenal sejak masa kanak-kanak, ikut andil dalam pengambilan keputusan.

Tanah kenalan yang berada di sebelah utara kampung halaman dengan kemiringan antara 15 sampai 25 derajat akhirnya berhasil kami sewa. Tidak luas memang, hanya 6860M2, tapi cukup untuk pemula. Sudah ada tanaman sengon sebagian, sebagai indikasi bahwa lahan tersebut memang cocok untuk tanaman sengon. Hanya saja kondisi lahan yang sudah lama tidak diurus, ilalang dan rumput liarnya setinggi orang dewasa. Waktu tahap survey dengan Tulus adik saya, masin terdengar kokok ayam hutan.

Tahap pertama yang kami lakukan adalah penandatanganan kontrak sewa tanah, yang berlaku selama 12 tahun. Dimulai sejak tanggal 10 Februari 2012 sampai dengan 10 Februari 2024.
Berikutnya adalah persiapa lahan. Kondisi tanah saat ini sebagaian ada tanaman sengon, sebagian padang ilalang dan sebagian lagi ditanami singkong dan jagung oleh mBah Ramli,petani penggarap.

Tahap kedua adalah pekerjaan lapangan untuk membuka lahan.
Pembabatan ilalang segera dilakukan oleh Syeh Gito yang badannya berotot seperti binaraga kelas terbang. Ilalang yang dibabat ditutupkan ke tanah untuk membunuh tonggak ilalang yang punya daya hidup luar biasa itu. Selebihnya bila masih ada yang nekat tumbuh akan kami semprot dengan herbisida.

Rencananya kami akan menanam sengon dengan jarak yang agak rapat, baru kemudian hari akan dilakukan penjarangan sesuai teori penanaman sengon pada umumnya.

Kami tidak akan bermaksud untuk menggusur petani penggarap dengan membongkar tanaman palawija yang sudah sebentar lagi panen. Tapi kami akan menanam sengon disela-sela tanaman palawija dan memberi kesempatan untuk panen.

Niat, ilmu, usaha maksimal, dan tawakkal. Ini yang harus dijalankan.